Laba Adhi Karya Anjlok, Utang Rp 24 T, Siapkan Divestasi Aset
PT Adhi Karya (Persero) Tbk mencatat laba semester I-2026 turun 10,57% menjadi Rp 17,51 miliar di tengah beban utang Rp 24,21 triliun. Perseroan merencanakan divestasi portofolio noninti secara bertahap dalam maksimal 2 tahun untuk memperkuat posisi keuangan.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menghadapi tekanan kinerja keuangan sepanjang semester I-2026, dengan laba yang anjlok dan beban utang yang mencapai Rp 24,21 triliun. Sebagai respons, perseroan mengumumkan rencana divestasi sejumlah aset dan portofolio noninti secara bertahap dalam kurun waktu maksimal 2 tahun mendatang, sejalan dengan arahan pemegang saham untuk kembali fokus pada bisnis inti sekaligus memperkuat posisi keuangan grup.
Rincian Kinerja Keuangan
Berdasarkan laporan keuangan hingga 30 Juni 2026, ADHI membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 3,11 triliun, anjlok 18,35% yoy dari Rp 3,81 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meski beban pokok pendapatan turun 25,54% yoy menjadi Rp 2,41 triliun, sehingga laba bruto naik 22,65% yoy menjadi Rp 700,42 miliar, kinerja bottom line tetap tertekan.
Laba tahun berjalan perseroan tercatat Rp 17,51 miliar, turun 10,57% yoy dari Rp 19,58 miliar. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 8,49 miliar, naik 12,56% yoy dari Rp 7,54 miliar tahun lalu. Namun dibandingkan dengan kuartal pertama 2026, laba ini rontok 94,49% dari Rp 154 miliar.
Beban keuangan naik 2,77% yoy menjadi Rp 349,16 miliar, sementara rugi entitas asosiasi melonjak menjadi Rp 23,92 miliar dari Rp 3,36 miliar sebelumnya. Kondisi ini menekan laba sebelum pajak yang anjlok 17,09% yoy menjadi Rp 20,55 miliar.
Dari sisi neraca, total liabilitas ADHI tercatat Rp 24,21 triliun per 30 Juni 2026, turun 5,04% dari Rp 25,5 triliun pada akhir 2025. Liabilitas jangka pendek sebesar Rp 17,02 triliun mencakup utang usaha pihak ketiga Rp 3,94 triliun dan utang bank jangka panjang yang melonjak 82,35% menjadi Rp 2,51 triliun. Liabilitas jangka panjang naik 19,08% menjadi Rp 7,19 triliun, termasuk utang obligasi Rp 3,14 triliun. Total aset perseroan turun dari Rp 28,79 triliun menjadi Rp 27,52 triliun, dengan kas dan setara kas menyusut dari Rp 1,71 triliun menjadi Rp 813,09 miliar.
Rencana Divestasi Aset Noninti
Untuk memperkuat kondisi keuangan, ADHI merencanakan divestasi sejumlah kepemilikan saham dan aset non-saham yang tidak terkait bisnis inti. Aset yang masuk dalam rencana divestasi meliputi penyertaan saham di PT Jasamarga Jogjasolo, PT Dumai Tirta Persada, dan PT Jasamarga Jogja Bawen, serta kepemilikan aset hotel dan aset noninti lainnya. Realisasi divestasi akan terjadi secara bertahap dalam kurun waktu maksimal 2 tahun mendatang.
Selain divestasi, grup juga menyusun langkah penyehatan yang dapat dilakukan melalui dukungan pemegang saham, baik dalam bentuk tunai maupun non-tunai. Hingga saat ini, proses untuk memperoleh dukungan definitif tersebut masih dalam tahap pembahasan.
Apa Artinya
Rencana divestasi ADHI mencerminkan upaya strategis untuk memperkuat likuiditas dan mengurangi beban utang yang signifikan. Dengan total liabilitas mencapai Rp 24,21 triliun dan kas yang menyusut drastis, langkah melepas aset noninti menjadi opsi rasional untuk memfokuskan sumber daya pada bisnis inti konstruksi yang sejalan dengan arahan pemegang saham.
Bagi pemegang saham, perlu dicermati eksekusi dan valuasi dari proses divestasi dalam 2 tahun ke depan, mengingat kondisi pasar dan sektor properti-infrastruktur yang dapat mempengaruhi harga realisasi aset. Implikasi positifnya, jika berhasil dilaksanakan dengan baik, divestasi dapat memperbaiki struktur neraca dan mengurangi beban bunga, sehingga meningkatkan profitabilitas ke depan. Namun risiko eksekusi tetap perlu dipantau, terutama terkait timing dan harga jual aset di tengah dinamika pasar. Dukungan pemegang saham, jika terealisasi, juga akan menjadi katalis penting dalam proses restrukturisasi finansial perseroan.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Apa saja aset yang akan didivestasi oleh ADHI?
Berapa total utang ADHI dan bagaimana kondisi keuangannya?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.