Dana IPO NATO Rp127,72 M Mengendap 7 Tahun, Pengendali Berganti
Sebanyak 63,86% atau Rp127,72 miliar dana IPO PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) masih mengendap di bank sejak 2019. PT Mercury Strategic Indonesia resmi menjadi pengendali baru menggantikan PT Karunia Berkah Jayasejahtera lewat transaksi 26,871% saham pada Desember 2025.
PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO), emiten perhotelan yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 18 Januari 2019, mengalami perubahan pengendali seiring dengan masih mengendapnya sebagian besar dana hasil penawaran umum perdana (IPO). PT Mercury Strategic Indonesia resmi menjadi pengendali baru menggantikan PT Karunia Berkah Jayasejahtera melalui transaksi di pasar negosiasi pada 12 Desember 2025.
Rincian Transaksi Pengendali
Peralihan kendali NATO terjadi lewat transaksi penjualan 2.150.000.000 lembar saham atau setara 26,871% kepemilikan dari PT Karunia Berkah Jayasejahtera kepada PT Mercury Strategic Indonesia. Transaksi dilakukan di pasar negosiasi pada 12 Desember 2025. Dengan kepemilikan ini, Mercury Strategic Indonesia kini menjadi pemegang saham pengendali NATO.
Sebelumnya, NATO melakukan IPO pada 18 Januari 2019 dengan harga penawaran Rp103 per saham, mengumpulkan dana segar Rp206 miliar. Namun hingga pergantian pengendali terjadi, realisasi penggunaan dana IPO masih sangat terbatas.
Dana IPO yang Mengendap
Dari total dana IPO Rp206 miliar, hanya Rp72,28 miliar (36%) yang telah terealisasi sesuai rencana penggunaan dana. Sisanya sebesar Rp127,72 miliar atau 63,86% masih mengendap di rekening giro Bank CIMB Niaga dengan tingkat bunga 1,5% sejak 14 Januari 2019-hampir tujuh tahun lamanya.
Rencana penggunaan dana yang belum terealisasi adalah pemberian modal kerja kepada entitas anak Quantum Strategic Investments Pte Ltd senilai Rp120 miliar. Semula, dana ini direncanakan untuk disalurkan melalui PT Nusantara Mandala Prima (NMP) guna membangun dua proyek resort: Surfer Paradise Resort di Pulau Rote (Rp60 miliar via PT Mitra Graha Tangguhperkasa) dan Takabonerate Resort di Pulau Selayar (Rp60 miliar via PT Citra Multi Jaya). Target penyelesaian awal adalah tahun 2026.
Manajemen NATO menjelaskan sikap konservatif dalam merealisasikan rencana pembangunan di sektor pariwisata mengingat tren industri yang masih lesu dan kondisi infrastruktur daerah tujuan yang belum memadai. Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko rendahnya tingkat pengembalian investasi (ROI) yang tidak sejalan dengan target efisiensi perusahaan.
Apa Artinya
Pergantian pengendali di tengah dana IPO yang masih mengendap dalam jumlah besar mengisyaratkan kemungkinan perubahan arah strategi bisnis NATO. Menurut keterbukaan informasi, setelah perubahan pengendali, sisa dana IPO senilai Rp120 miliar kini akan dialokasikan kepada Quantum Strategic Investments Pte Ltd untuk mengakuisisi perusahaan tambang-suatu pergeseran signifikan dari rencana semula di sektor pariwisata.
Implikasinya, pemegang saham publik perlu mencermati apakah perubahan strategi ini akan mempercepat pemanfaatan dana IPO yang selama ini idle dan memberikan nilai tambah bagi kinerja emiten. Secara umum, dana IPO yang mengendap terlalu lama tanpa digunakan produktif dapat menimbulkan pertanyaan atas efektivitas perencanaan korporasi dan komitmen manajemen terhadap investor.
Perlu juga diperhatikan bagaimana pengendali baru akan mengelola transisi dari fokus perhotelan ke sektor tambang, serta dampaknya terhadap fundamental dan prospek jangka panjang NATO. Investor disarankan mengikuti perkembangan lebih lanjut terkait realisasi rencana penggunaan dana dan strategi bisnis di bawah kepemimpinan baru.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Siapa pengendali baru NATO dan bagaimana transaksi terjadi?
Berapa banyak dana IPO NATO yang masih mengendap dan mengapa?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.