BUMI Lepas 3,03% Saham Citra Palu Mineral Rp 152 M ke Anak Usaha
PT Bumi Resources Tbk mendivestasi kepemilikan 3,03% di PT Citra Palu Mineral senilai US$ 9,05 juta kepada anak usahanya BRMS, sebagai bagian transisi strategis diversifikasi bisnis.
Divestasi lintas entitas Bakrie-Salim
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mendivestasi kepemilikan sahamnya sebesar 3,03% di PT Citra Palu Mineral (CPM) dengan nilai transaksi US$ 9,05 juta atau setara Rp 151,99 miliar. Transaksi ini diumumkan pada 29 Juni 2026 sebagai bagian dari proses transisi strategis dan diversifikasi usaha perseroan.
Pembeli saham tersebut adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), yang merupakan anak usaha BUMI dan juga tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dengan struktur transaksi internal grup ini, BUMI tetap memiliki eksposur tidak langsung terhadap kinerja CPM melalui kepemilikan sahamnya di BRMS.
Rincian transaksi
Dalam transaksi ini, BUMI menjual kepemilikan sebanyak 24.999 saham Seri A dan 927.236 saham Seri C di CPM kepada BRMS. Total kepemilikan yang dilepas mencapai 3,03% dari modal CPM dengan nilai US$ 9,05 juta atau Rp 151,99 miliar.
Manajemen menyatakan langkah ini mencerminkan strategi perseroan yang semakin berfokus pada aset-aset yang memiliki prospek jangka pendek dan berada dalam lingkup kepentingan pengendali. Melalui divestasi ini, BUMI dapat mengalokasikan kembali modal untuk mendukung berbagai inisiatif pertumbuhan sejalan dengan agenda diversifikasi bisnis perseroan.
Pada hari yang sama (29 Juni 2026), BUMI juga mengumumkan telah menyiapkan dana untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap I Tahun 2025 Seri A yang akan jatuh tempo pada 18 Juli 2026 dengan nilai pokok Rp 48,75 miliar.
Konteks kinerja terkini
Divestasi ini terjadi di tengah kinerja operasional BUMI yang menunjukkan peningkatan. Pada kuartal pertama 2026, emiten pertambangan batu bara ini membukukan laba bersih US$ 24,14 juta atau Rp 418,60 miliar, naik 35,15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 17,86 juta.
Pendapatan BUMI pada kuartal I 2026 mencapai US$ 417,65 juta atau Rp 7,24 triliun, tumbuh 19,75% year-on-year. Volume produksi batu bara naik 12% menjadi 19,2 juta ton, sedangkan penjualan meningkat 14% menjadi 19,1 juta ton. Laba usaha melonjak 75,8% menjadi US$ 49,1 juta dengan margin usaha membaik dari 8% menjadi 11,7%.
Untuk sepanjang 2026, BUMI menargetkan volume penjualan di kisaran 76-78 juta ton dengan harga rata-rata yang diproyeksikan US$ 60-62 per ton dan biaya tunai produksi sekitar US$ 43-44 per ton.
Apa artinya
Dari perspektif Radar Pasar, divestasi ini menunjukkan strategi restrukturisasi portofolio di dalam grup Bakrie-Salim dengan tetap mempertahankan eksposur ekonomis. Dengan menjual aset ke BRMS (anak usaha tercatat), BUMI melakukan realokasi aset yang dapat memberikan fleksibilitas pendanaan untuk diversifikasi bisnis yang tengah digalakkan.
Struktur transaksi internal grup ini mengurangi risiko kehilangan kontrol strategis sekaligus memungkinkan BUMI mengoptimalkan struktur modal. Perlu dicermati bagaimana dana hasil divestasi ini akan dialokasikan dalam agenda diversifikasi perseroan, terutama mengingat target produktivitas batu bara yang ambisius di 2026.
Bagi investor, transaksi ini perlu dilihat dalam konteks lebih luas: upaya BUMI membangun ketahanan terhadap volatilitas harga komoditas melalui diversifikasi, sambil menjaga disiplin alokasi modal. Dengan margin usaha yang membaik dan pelunasan obligasi yang terencana, kondisi finansial BUMI menunjukkan perbaikan yang patut diperhatikan-meski tetap perlu diwaspadai risiko siklus komoditas dalam jangka menengah.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Apa dampak divestasi CPM bagi pemegang saham BUMI?
Mengapa BUMI menjual ke anak usahanya sendiri?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.