AVIA Segera Alihkan 1,425 Miliar Saham Hasil Buyback 2025
PT Avia Avian Tbk akan mengalihkan 1,425 miliar saham treasury stock hasil buyback yang selesai April 2025. Harga rata-rata pembelian kembali tercatat Rp442,96 per saham.
PT Avia Avian Tbk (AVIA), produsen cat asal Surabaya, mengumumkan rencana pengalihan 1,425 miliar saham hasil program buyback yang telah selesai dilaksanakan pada 6 April 2025. Harga rata-rata pembelian kembali saham tersebut tercatat Rp442,96 per saham, sementara harga saham AVIA pada 12 Agustus 2026 diperdagangkan di level Rp326 per saham.
Perseroan menyampaikan informasi ini melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (12/8/2026). Namun, manajemen belum mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai mekanisme atau tujuan pengalihan saham treasury stock ini.
Rincian saham treasury stock
Saham treasury stock atau saham dalam portepel adalah saham yang dibeli kembali oleh perusahaan dari pasar dan belum dijual kembali atau dibatalkan. Dalam kasus AVIA, perseroan telah menyelesaikan pembelian kembali 1,425 miliar saham dengan harga rata-rata Rp442,96 per saham pada April 2025.
Mengingat harga saham saat ini berada di Rp326 per saham, terdapat selisih sekitar Rp116,96 per saham atau turun sekitar 26,4% dari harga rata-rata buyback. Pengalihan saham ini dapat dilakukan melalui berbagai mekanisme, seperti program kepemilikan saham karyawan (ESOP/MSOP), bonus saham, atau dijual kembali ke pasar.
Konteks perusahaan
AVIA saat ini tengah melakukan penelaahan terbatas terhadap laporan keuangan kuartal II-2026. Manajemen berkomitmen menyampaikan laporan keuangan semester I-2026 paling lambat 31 Agustus 2026. Proses penelaahan ini, menurut pernyataan perusahaan, dilakukan untuk memastikan kualitas dan akurasi data laporan keuangan sesuai standar akuntansi yang berlaku.
Dalam pengembangan tata kelola perusahaan, AVIA juga menjalin kerja sama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG). Inisiasi yang ditandai komitmen bersama antara Ketua KPPU Gopprera Panggabean dengan Komisaris Utama AVIA Hermanto Tanoko ini bertujuan meningkatkan pemahaman prinsip persaingan usaha yang sehat.
"Bagi Avian Brands, kepatuhan merupakan bagian penting dari tata kelola perusahaan dan cara kami menjalankan bisnis secara bertanggung jawab," ujar Hermanto Tanoko, konglomerat Surabaya yang menjadi pemilik perusahaan.
Apa artinya bagi investor
Pengalihan saham treasury stock dalam jumlah signifikan ini perlu dicermati karena berpotensi mempengaruhi struktur kepemilikan dan komposisi pemegang saham AVIA. Tergantung mekanisme pengalihannya, langkah ini dapat berdampak pada floating saham di pasar.
Secara umum, program buyback yang telah selesai dan kemudian dialihkan dapat mengindikasikan berbagai strategi korporasi - dari kompensasi berbasis saham hingga penyesuaian struktur modal. Namun implikasinya akan lebih jelas setelah perusahaan mengungkapkan rincian mekanisme dan pihak penerima pengalihan.
Investor juga perlu menunggu laporan keuangan semester I-2026 yang dijadwalkan terbit akhir Agustus untuk mendapat gambaran lebih komprehensif tentang kinerja operasional dan kondisi finansial perseroan di tengah dinamika harga saham yang tercatat turun signifikan dari harga buyback.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa jumlah saham treasury stock AVIA yang akan dialihkan?
Apa dampak pengalihan saham treasury stock bagi investor AVIA?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.