Perbankan
ROE
Return on Equity
Laba bersih dibagi ekuitas pemegang saham. Ukuran return bagi pemilik modal. Bank besar Indonesia umumnya ROE 15-20%. Startup: belum relevan sampai profitabilitas.
ROE adalah rasio yang mengukur seberapa besar laba yang dihasilkan dari modal yang ditanamkan pemegang saham. Dihitung dengan membagi laba bersih dengan ekuitas, ROE menjawab pertanyaan inti pemilik modal: berapa imbal hasil atas setiap rupiah yang mereka tanamkan di perusahaan.
ROE dipengaruhi tiga faktor yang sering diuraikan lewat analisis DuPont: margin laba, perputaran aset, dan leverage. Artinya, ROE bisa tinggi karena perusahaan efisien dan menguntungkan, tetapi bisa juga terkerek oleh penggunaan utang yang besar. Karena itu, ROE tinggi tidak selalu berarti kualitas yang sama.
Bagi pembaca, membandingkan ROE sebaiknya dilakukan dalam industri sejenis dan disandingkan dengan tingkat utang. ROE konsisten yang ditopang profitabilitas, bukan sekadar leverage, umumnya dipandang lebih sehat.
Pertanyaan umum
- Apa itu ROE?
- ROE (Return on Equity) adalah rasio laba bersih dibagi ekuitas pemegang saham yang menunjukkan imbal hasil atas modal yang ditanamkan pemilik.
- Apakah ROE tinggi selalu bagus?
- Tidak selalu, karena ROE bisa terkerek oleh utang yang besar; ROE yang sehat sebaiknya ditopang profitabilitas dan efisiensi, bukan sekadar leverage tinggi.