Perbankan
NIM
Net Interest Margin
Selisih bersih antara pendapatan bunga dan biaya bunga, dibagi total aset produktif. Ukuran utama profitabilitas perbankan. Rata-rata bank besar Indonesia: 4-6%.
NIM (Net Interest Margin) adalah selisih bersih antara pendapatan bunga yang diterima bank dan biaya bunga yang dibayarkannya, dibagi total aset produktif. Metrik ini menunjukkan seberapa efisien bank menghasilkan pendapatan dari kegiatan inti menyalurkan kredit dan menempatkan dana, relatif terhadap aset yang menghasilkan bunga.
NIM dipengaruhi oleh struktur biaya dana dan tingkat bunga kredit. Bank dengan porsi dana murah (CASA) yang besar cenderung memiliki biaya bunga lebih rendah, sehingga berpeluang menjaga margin lebih baik dibanding bank yang banyak mengandalkan deposito mahal.
NIM yang menyusut bisa menandakan tekanan persaingan, kenaikan biaya dana, atau perubahan komposisi aset. Karena itu, NIM kerap dianalisis bersama indikator lain seperti CASA, LDR, dan kualitas kredit untuk menilai profitabilitas bank secara utuh.
Pertanyaan umum
- Apa itu NIM?
- NIM (Net Interest Margin) adalah selisih bersih pendapatan bunga dan biaya bunga dibagi total aset produktif, sebagai ukuran utama profitabilitas perbankan.
- Bagaimana NIM dihitung?
- NIM dihitung dengan membagi pendapatan bunga bersih (pendapatan bunga dikurangi biaya bunga) dengan total aset produktif, lalu dinyatakan dalam persen.
- Mengapa NIM bank bisa menurun?
- NIM bisa menurun karena persaingan menekan bunga kredit, biaya dana meningkat, atau komposisi aset bergeser ke instrumen yang imbal hasilnya lebih rendah.