Pasar Modal
Papan Akselerasi
Papan pencatatan BEI untuk perusahaan skala kecil
Papan pencatatan di Bursa Efek Indonesia yang dirancang untuk perusahaan dengan aset skala kecil hingga menengah, dengan persyaratan pencatatan yang lebih ringan dibanding papan utama dan papan pengembangan.
BEI mengelompokkan saham tercatat ke dalam beberapa papan, antara lain papan utama untuk perusahaan besar yang mapan, papan pengembangan untuk yang belum memenuhi syarat papan utama, dan papan akselerasi untuk perusahaan skala kecil-menengah. Tujuannya membuka jalan bagi usaha kecil untuk menghimpun dana publik lewat IPO tanpa harus memenuhi syarat seberat perusahaan besar; ambang aset dan persyaratan rincinya diatur ketentuan bursa terkini.
Bagi investor, papan menjadi penanda profil. Saham papan akselerasi umumnya berasal dari perusahaan yang lebih muda dan kecil, dengan likuiditas perdagangan yang cenderung tipis dan ketentuan perdagangan tertentu yang berbeda dari papan lain, termasuk pengaturan rentang pergerakan harga sesuai aturan bursa.
Cara membacanya: papan pencatatan tertera di informasi saham pada situs BEI dan aplikasi sekuritas. Emiten papan akselerasi dapat berpindah ke papan pengembangan atau utama jika sudah memenuhi persyaratan, sehingga posisi papan bukan status permanen.
Pertanyaan umum
- Apa itu papan akselerasi di BEI?
- Papan akselerasi adalah papan pencatatan BEI untuk perusahaan beraset skala kecil hingga menengah, dengan persyaratan pencatatan lebih ringan agar usaha kecil bisa menghimpun dana publik lewat IPO.
- Apa beda papan akselerasi dan papan pengembangan?
- Keduanya menampung emiten yang belum memenuhi syarat papan utama, tetapi papan akselerasi ditujukan khusus untuk perusahaan skala lebih kecil dengan persyaratan yang lebih ringan. Rincian kriterianya diatur ketentuan bursa.
- Apakah saham papan akselerasi lebih berisiko?
- Profil risikonya umumnya berbeda: perusahaannya lebih kecil dan lebih muda, likuiditas sahamnya cenderung tipis, dan berlaku ketentuan perdagangan tertentu. Investor perlu menelaah kondisi tiap emiten secara individual.