Startup & Bisnis
Burn Rate
Kecepatan bakar modal
Kecepatan startup menghabiskan kas per bulan sebelum mencapai profitabilitas. Contoh: burn rate Rp 800 juta/bulan dengan kas Rp 9,6 M = runway 12 bulan.
Burn rate menggambarkan seberapa cepat sebuah startup menghabiskan kasnya, umumnya diukur per bulan, selama belum mencapai titik impas. Istilah ini menyoroti pengeluaran bersih untuk membiayai operasi seperti gaji, pemasaran, dan teknologi sebelum perusahaan menghasilkan laba.
Burn rate erat kaitannya dengan runway, yaitu berapa lama kas yang tersisa dapat menopang operasi pada laju pembakaran tersebut. Runway dihitung dengan membagi saldo kas dengan burn rate per bulan, sehingga burn yang lebih cepat memperpendek waktu sebelum perusahaan butuh pendanaan baru atau mencapai laba.
Dalam membaca burn rate, bedakan gross burn (total pengeluaran) dari net burn (pengeluaran dikurangi pendapatan). Burn yang tinggi tidak selalu buruk jika diimbangi pertumbuhan, tetapi tanpa jalur menuju profitabilitas, burn besar bisa menjadi sinyal risiko.
Pertanyaan umum
- Apa itu burn rate?
- Burn rate adalah kecepatan sebuah startup menghabiskan kas per periode, biasanya per bulan, sebelum mencapai titik profitabilitas.
- Bagaimana hubungan burn rate dengan runway?
- Runway dihitung dengan membagi saldo kas dengan burn rate per bulan; semakin besar burn rate, semakin pendek runway-nya.
- Apa beda gross burn dan net burn?
- Gross burn adalah total pengeluaran kas, sedangkan net burn adalah pengeluaran setelah dikurangi pendapatan yang diterima.