PTBA Tunjuk Purnawirawan TNI Bambang Ismawan Jadi Dirut, Bagi Dividen Rp 1,32 T
RUPST PT Bukit Asam Tbk menyetujui pengangkatan Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama menggantikan Arsal Ismail, serta pembagian dividen tunai Rp 1,32 triliun atau 45% dari laba bersih tahun buku 2025.
Perombakan Direksi dan Komisaris
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang digelar pada Kamis (11/6) menyetujui perubahan signifikan dalam struktur kepemimpinan perseroan. Bambang Ismawan diangkat sebagai Direktur Utama PTBA menggantikan Arsal Ismail, sementara posisi Komisaris Utama kini diisi oleh Ida Bagus Putu Dunia.
Bambang Ismawan merupakan purnawirawan TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer 1988 dengan latar belakang di Korps Infanteri. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama, ia adalah Komisaris Utama PTBA. Jabatan terakhir yang diembannya di lingkungan TNI adalah Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI.
Sementara itu, Ida Bagus Putu Dunia adalah purnawirawan TNI Angkatan Udara yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia kini menduduki posisi Komisaris Utama/Independen PTBA.
Dewan Komisaris yang baru juga mencakup beberapa komisaris independen seperti Dewi Hanggraeni dan Suko Hartono, serta komisaris lainnya termasuk Dalu Agung Darmawan, Zaelani, Ferial Martifauzi, dan Lana Saria. Di jajaran Direksi, selain Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama, terdapat Ilham Yacob (Direktur Operasi dan Produksi), Una Lindasari (Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko), Hennita Sitepu (Direktur SDM dan Transformasi Korporasi), Turino Yulianto (Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk), serta Mochammad Rifqi Hari Muji (Direktur Komersial dan Supply Chain).
Rincian Dividen dan Kinerja Keuangan
RUPST juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 1,32 triliun untuk tahun buku 2025. Nilai ini setara dengan 45% dari laba bersih perseroan yang mencapai Rp 2,93 triliun sepanjang 2025. Sebesar Rp 1,61 triliun atau 55% dari laba bersih ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.
Sepanjang 2025, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp 42,65 triliun, ditopang oleh penjualan domestik yang berkontribusi 54% dan ekspor 46%. Lima negara tujuan ekspor terbesar adalah Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.
Total aset perseroan per 31 Desember 2025 mencapai Rp 43,92 triliun, meningkat 5% dibanding posisi akhir 2024 sebesar Rp 41,79 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kenaikan aset tidak lancar sebesar 12% atau sekitar Rp 3,12 triliun.
Penyesuaian Anggaran Dasar
Selain keputusan terkait dividen dan perubahan manajemen, pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025.
Apa Artinya
Pengangkatan purnawirawan TNI pada posisi strategis PTBA mencerminkan pola yang kerap terjadi di BUMN Indonesia, di mana pengalaman kepemimpinan dan manajerial dari kalangan militer dianggap dapat memperkuat tata kelola korporasi. Perlu dicermati bagaimana transisi kepemimpinan ini akan mempengaruhi strategi bisnis PTBA, terutama dalam konteks hilirisasi batu bara dan diversifikasi usaha yang tengah digalakkan.
Rasio pembagian dividen sebesar 45% menunjukkan upaya PTBA untuk menyeimbangkan antara memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan mempertahankan modal internal untuk ekspansi. Dengan cadangan laba ditahan sebesar 55%, perseroan memiliki ruang untuk mengembangkan inisiatif strategis seperti hilirisasi dan diversifikasi produk yang disebutkan sebagai prioritas.
Secara umum di sektor pertambangan batu bara, tantangan ke depan mencakup volatilitas harga komoditas global, transisi energi, dan kebijakan ekspor sumber daya alam. Investor perlu memantau implementasi strategi hilirisasi PTBA dan bagaimana manajemen baru merespons dinamika pasar batu bara yang tengah mengalami transformasi struktural.
Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno menyatakan bahwa seluruh keputusan dalam RUPST mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara pemberian nilai tambah kepada pemegang saham, penguatan struktur permodalan, dan keberlanjutan pengembangan usaha.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa dividen yang dibagikan PTBA untuk tahun buku 2025?
Siapa Direktur Utama baru PTBA dan apa latar belakangnya?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.