PP Presisi (PPRE) Lepas Anak Usaha Konstruksi Rp 1,6 Triliun
PT PP Presisi Tbk (PPRE) mendivestasi PT Lancarjaya Mandiri Abadi senilai Rp 1,6 triliun kepada PT Lancarjaya Investama Abadi, langkah strategis memperkuat struktur keuangan setelah rugi Rp 1,46 triliun di 2025.
PT PP Presisi Tbk (PPRE), anak usaha PT PP Tbk (PTPP), mendivestasi PT Lancarjaya Mandiri Abadi (PT LMA) yang bergerak di bidang konstruksi kepada PT Lancarjaya Investama Abadi dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Langkah ini sejalan dengan program penataan dan pengelolaan anak usaha BUMN untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan portofolio serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Direktur Utama PP Presisi, Rizki Dianugrah, menyatakan berbagai langkah strategis yang dijalankan PPRE merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan untuk membangun struktur bisnis yang lebih kuat, sehat, dan adaptif terhadap dinamika pasar. Perseroan terus berfokus pada penguatan fundamental, optimalisasi portofolio bisnis, serta peningkatan efisiensi operasional.
Rincian Transaksi
Nilai transaksi divestasi PT LMA mencapai Rp 1,6 triliun. Transaksi ini bertujuan memperkuat struktur keuangan PPRE melalui pemenuhan kewajiban kepada kreditur. Aksi korporasi ini diharapkan dapat mengurangi beban bunga, meningkatkan likuiditas, hingga memperkuat modal kerja untuk mendukung operasional dan ekspansi bisnis ke depan.
PT LMA sebagai entitas bisnis konstruksi dilepas kepada PT Lancarjaya Investama Abadi sebagai bagian dari restrukturisasi portofolio usaha grup.
Konteks
Divestasi ini dilakukan di tengah tekanan keuangan yang dialami PPRE sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, PPRE mencatatkan rugi bersih Rp 1,46 triliun sepanjang 2025. Angka itu berbalik dari laba pada tahun 2024 yang sempat mencatatkan keuntungan Rp 90,33 miliar. Jika dikalkulasikan, rugi BUMN konstruksi itu terkontraksi 1.719% secara tahunan (yoy).
Dari sisi pendapatan, PPRE masih mencatatkan kenaikan 4,09% yoy menjadi Rp 3,94 triliun, meningkat dari Rp 3,79 triliun pada 2024. Namun, beban pokok pendapatan melonjak lebih tinggi, yakni 35,25% yoy menjadi Rp 4,07 triliun dari Rp 3,01 triliun pada 2024. Akibatnya, perseroan berbalik dari laba kotor Rp 778,22 miliar menjadi rugi kotor Rp 128,76 miliar atau anjlok 116,54% yoy.
Dari sisi operasional, kerugian penurunan nilai melonjak tajam 1.053,49% yoy menjadi Rp 656,03 miliar dari Rp 56,90 miliar. Beban keuangan juga naik 12,83% yoy menjadi Rp 374,27 miliar. Setelah pajak, Perseroan membukukan rugi bersih Rp 1,35 triliun, berbalik dari laba Rp 194 miliar atau anjlok 796,55%. Sejalan dengan itu, rugi per saham dasar tercatat Rp 143,06, berbalik dari laba per saham Rp 8,84.
Apa Artinya
Divestasi PT LMA senilai Rp 1,6 triliun merupakan langkah strategis PPRE untuk memperbaiki posisi keuangan yang terpukul akibat kerugian masif di 2025. Implikasinya, dana dari transaksi ini akan digunakan untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur, yang dapat mengurangi beban bunga dan meningkatkan likuiditas operasional.
Pemegang saham perlu mencermati beberapa hal. Pertama, apakah dana divestasi cukup untuk menutup kewajiban dan menstabilkan neraca. Kedua, bagaimana strategi konsolidasi bisnis pascadivestasi, mengingat konstruksi merupakan salah satu lini usaha inti grup PP. Ketiga, efektivitas transformasi berkelanjutan yang dijanjikan manajemen dalam memperbaiki kinerja operasional dan profitabilitas ke depan.
Secara umum di sektor konstruksi BUMN, restrukturisasi portofolio dan penguatan struktur modal menjadi kunci bertahan di tengah tekanan margin dan beban keuangan yang meningkat. Keberhasilan transformasi PPRE akan sangat bergantung pada eksekusi strategi pascadivestasi dan kemampuan meningkatkan efisiensi operasional.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Apa yang didivestasi oleh PP Presisi (PPRE)?
Mengapa PPRE melakukan divestasi ini?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.