Danantara Tunda Merger BUMN Karya, Prioritaskan Pemulihan PTPP-ADHI
BPI Danantara memilih memprioritaskan restrukturisasi keuangan PTPP dan ADHI dengan dukungan Himbara sebelum melanjutkan rencana merger empat BUMN karya yang belum terealisasi hingga semester I 2026.
Danantara ubah strategi konsolidasi BUMN karya
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengubah pendekatan konsolidasi BUMN sektor konstruksi dengan menunda rencana merger dan memprioritaskan restrukturisasi keuangan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Keputusan ini diambil setelah rencana penggabungan usaha empat BUMN karya-yang juga melibatkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)-belum terealisasi hingga semester pertama 2026.
Kepala BPI Danantara sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menggelar pertemuan dengan jajaran direksi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PTPP, dan ADHI pada awal Juli 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan restrukturisasi kedua emiten serta skema dukungan pembiayaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mempercepat transformasi.
Rincian skema restrukturisasi
Dony Oskaria menegaskan pembiayaan dari Himbara akan difokuskan pada proyek-proyek yang produktif dan layak secara bisnis. Skema tersebut disusun dengan mempertimbangkan kemampuan arus kas agar dapat memperkuat kinerja PTPP dan ADHI sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.
Selain aspek pembiayaan, restrukturisasi juga mencakup penguatan tata kelola dan disiplin pengelolaan risiko. "Kami belajar dari pengalaman. Restrukturisasi ini harus menjadi titik balik untuk membangun BUMN Karya yang lebih kuat, lebih sehat, dan memiliki tata kelola yang lebih baik sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan mendukung pembangunan nasional," ujar Dony dalam keterangannya, Selasa (21/7).
Kondisi keuangan empat emiten BUMN karya
Analisis Sinarmas Sekuritas menunjukkan kondisi keuangan keempat emiten BUMN karya masih menampilkan tingkat risiko berbeda, menjustifikasi pendekatan restructure first, merge later:
WSKT (Very High Risk): Memiliki leverage tertinggi dengan debt to equity ratio (DER) mencapai 15,35 kali dan debt to asset ratio (DAR) 0,93 kali. Sahamnya masih disuspensi sejak Mei 2023 akibat gagal memenuhi pembayaran kupon dan pokok obligasi.
ADHI (High Risk): Rasio leverage meningkat dengan DER 7,73 kali dan DAR 0,89 kali akibat penurunan ekuitas. Meski likuiditas ketat, perseroan berhasil menghindari default melalui penyelesaian kewajiban RUPO pada awal 2026.
WIKA (High Risk): Struktur modal tertekan dengan DER 5,32 kali dan DAR 0,84 kali. Perseroan masih menjalankan restrukturisasi lanjutan setelah beberapa kali menunda pembayaran kewajiban sukuk.
PTPP (Moderate to High Risk): Memiliki profil risiko relatif lebih baik dengan DER 2,87 kali dan DAR 0,74 kali, namun masih menghadapi tantangan pengelolaan arus kas serta kewajiban kepada vendor dan subkontraktor.
Apa artinya bagi pemegang saham dan pasar
Keputusan Danantara menunda merger ini mencerminkan pendekatan yang lebih realistis mengingat disparitas kondisi fundamental keempat emiten. Strategi ini berpotensi mengurangi risiko konsolidasi prematur yang dapat memperburuk beban konsolidasi jika dilakukan saat leverage masih tinggi.
Sinarmas Sekuritas memperkirakan target merger tetap dapat direalisasikan pada akhir 2026 apabila proses restrukturisasi berhasil memperbaiki kondisi keuangan masing-masing perusahaan. "Keberhasilan restrukturisasi akan menjadi faktor utama dalam menciptakan entitas BUMN Karya yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan," tulis Sinarmas Sekuritas.
Bagi investor, implikasinya adalah perpanjangan periode ketidakpastian seputar struktur akhir konsolidasi. Namun jika restrukturisasi berhasil menurunkan leverage dan memperbaiki arus kas-terutama untuk PTPP dan ADHI yang menjadi prioritas-hal ini dapat menciptakan fondasi lebih kuat untuk merger di masa depan. Perlu dicermati perkembangan implementasi skema pembiayaan Himbara dan progress penyelesaian kewajiban utang, khususnya untuk WSKT yang masih tersuspensi. Keberhasilan pemulihan dua emiten prioritas akan menjadi indikator kunci apakah timeline merger akhir 2026 realistis tercapai.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Mengapa Danantara menunda merger BUMN karya?
Kapan merger BUMN karya diperkirakan dapat terealisasi?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.