Bumi Resources Mulai Proyek Hilirisasi Batu Bara Jadi Metanol 2 Juta Ton
Anak usaha BUMI groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol berkapasitas 2 juta ton per tahun di Kaltim, ditarget beroperasi 2029 dengan potensi penghematan devisa Rp 7,1 triliun per tahun.
Groundbreaking proyek strategis nasional
PT Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan antara PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal-keduanya anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI)-resmi melakukan groundbreaking proyek hilirisasi gasifikasi batu bara menjadi metanol di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada 2 September 2026. Peresmian dilakukan Wakil Menteri ESDM Yuliot dan menandai dimulainya pembangunan industri metanol berbasis hilirisasi batu bara pertama di Indonesia yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN).
Proyek ini menargetkan produksi sekitar 2 juta ton metanol per tahun dengan mengolah 7,70-7,78 juta ton batu bara berkalori rendah (3.400 kcal/kg) per tahun. Metanol yang dihasilkan akan memenuhi standar International Methanol Producers and Consumers Association (IMPCA) Grade untuk memenuhi kebutuhan domestik, khususnya industri petrokimia, formaldehida, serta mendukung pengembangan FAME dan program B50. Fasilitas akan menempati lahan sekitar 93 hektare di kawasan BCIP.
Rincian proyek dan tahapan
Presiden Direktur BEC Rio Supin menyatakan perusahaan telah memasuki tahap engineering melalui penyusunan Front-End Engineering Design (FEED) dan Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Framework Agreement bersama PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) sejak 29 Juli 2026. Target commissioning atau mulai beroperasi ditetapkan pada tahun 2029.
Proyek ini dilengkapi fasilitas gasifikasi, reaktor sintesis, pembangkit listrik, pengolahan air, dan terminal pelabuhan. Teknologi yang diterapkan juga dirancang untuk mengendalikan emisi dan terintegrasi dengan Carbon Capture and Storage (CCS), menunjukkan komitmen terhadap aspek lingkungan dalam operasional industri berbasis batu bara.
Konteks strategis hilirisasi
Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri, memperkuat industri domestik, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Wakil Menteri Yuliot menekankan bahwa hilirisasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam program Asta Cita yang menjadikan hilirisasi sebagai prioritas pembangunan.
Pada tahun 2025, Indonesia masih mengimpor sekitar 1,3 juta ton metanol dengan nilai mencapai Rp 7,1 triliun. Dengan beroperasinya proyek BEC yang berkapasitas 2 juta ton per tahun, potensi penghematan devisa diperkirakan mencapai Rp 7,1 triliun per tahun-sekaligus membuka peluang ekspor jika produksi melebihi kebutuhan domestik.
Bagi grup BUMI, proyek ini menandai transformasi signifikan dari perusahaan tambang batu bara murni menuju pelaku industri hilirisasi. Pemanfaatan batu bara berkalori rendah-yang selama ini kurang ekonomis untuk diekspor-menjadi produk bernilai tinggi seperti metanol dapat membuka model bisnis baru yang lebih berkelanjutan, terutama mengingat besarnya cadangan batu bara low-rank di Kalimantan dan Sumatra.
Apa artinya bagi BUMI dan pasar
Secara strategis, proyek ini merupakan langkah diversifikasi bisnis BUMI yang dapat mengubah profil fundamental perusahaan dalam jangka panjang. Jika berhasil mencapai target produksi, BEC berpotensi menjadi sumber pendapatan baru yang stabil dengan margin lebih baik dibanding penjualan batu bara mentah, terutama di tengah tekanan global terhadap penggunaan batu bara.
Investor perlu mencermati beberapa aspek ke depan: pertama, progres tahap FEED dan EPCC hingga pembangunan fisik-apakah sesuai jadwal menuju commissioning 2029. Kedua, struktur pembiayaan proyek dan dampaknya terhadap neraca BUMI mengingat skala investasi yang besar. Ketiga, penguasaan teknologi gasifikasi dan kemampuan operasional dalam industri kimia yang berbeda dari penambangan. Keempat, risiko pasar metanol global dan daya serap pasar domestik saat produksi dimulai.
Proyek ini juga menciptakan efek berganda: penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan industri pendukung, dan peningkatan aktivitas ekonomi lokal di Kutai Timur. Wakil Menteri Yuliot berharap BEC dapat menjadi model bagi perusahaan batu bara lainnya dalam mengembangkan hilirisasi-sinyal bahwa pemerintah akan terus mendorong transformasi serupa di sektor pertambangan.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Apa yang dimaksud dengan gasifikasi batu bara menjadi metanol?
Kapan proyek metanol BUMI ini ditargetkan beroperasi dan apa dampaknya bagi impor?
Aksi korporasi lain
VISI Dapat Pengendali Baru, Siap Transformasi ke Sektor Kesehatan
RATU Komitmen Bagi Dividen dengan Target Peningkatan Tiap Tahun
MTO Savitra (VISI) oleh Raffi-Nagita Tuntas, Tak Ada Publik Ikut
Astra International (ASII) Siapkan Dana Rp8 Triliun untuk Buyback Saham
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.