Ajaib Dapat Pendanaan Rp 4,8 T, Kembangkan Investasi Berbasis AI
Ajaib Group memperoleh pendanaan strategis US$ 270 juta dari SBI Holdings Jepang untuk mengembangkan teknologi AI, memperkuat SDM, dan memperluas produk investasi. Perusahaan menargetkan basis pengguna tumbuh dari 7 juta menjadi 28 juta dalam tiga tahun.
Ajaib Group, platform investasi digital Indonesia, mengumumkan perolehan pendanaan strategis senilai US$ 270 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun dari SBI Holdings, perusahaan jasa keuangan asal Jepang. CEO dan Co-founder Ajaib Group Anderson Sumarli mengungkapkan bahwa dana segar ini akan difokuskan untuk tiga pilar utama: pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), penguatan sumber daya manusia, serta perluasan produk investasi.
Pengumuman ini disampaikan Anderson di kantor pusat Ajaib, Jakarta, pada Senin (31/8/2026). Sebelumnya, Ajaib telah mendapat dukungan dari deretan investor kelas dunia termasuk Horizons Ventures milik Li Ka-shing, DST Global, dan Ribbit Capital yang juga menjadi investor di balik Robinhood dan Coinbase.
Rincian Pendanaan dan Alokasi
Dari total pendanaan US$ 270 juta, Ajaib akan mengalokasikan dana untuk riset dan pengembangan (R&D) teknologi AI yang memungkinkan investor berinteraksi dengan platform melalui percakapan, bukan hanya tombol dan menu tradisional. Anderson menyatakan bahwa produk AI masih dalam tahap pengembangan, tanpa merinci bentuk spesifik atau jadwal peluncuran.
Bagian signifikan dana juga akan digunakan untuk memperbesar tim, terutama di bidang engineering, product, business, dan operations. Saat ini Ajaib memiliki sekitar 700 karyawan. Perusahaan juga akan mengembangkan produk yang membuka akses lebih luas terhadap instrumen investasi, baik saham domestik, saham luar negeri, maupun aset digital.
Dengan pendanaan ini, Ajaib menargetkan pertumbuhan basis pengguna dari 7 juta akun saat ini menjadi 28 juta dalam tiga tahun ke depan-setara dengan minimal 10% dari populasi Indonesia. Lebih dari 80% pengguna Ajaib saat ini merupakan investor pemula dan anak muda.
Konteks Pasar dan Industri
Pendanaan besar ini datang di tengah kondisi industri teknologi Indonesia yang mengalami penurunan drastis dalam arus pendanaan. Anderson mencatat bahwa pendanaan perusahaan teknologi di Indonesia yang mencapai sekitar US$ 9,4 miliar pada 2021 anjlok menjadi sekitar US$ 340 juta pada 2023, atau turun lebih dari 96%.
Namun di tengah lesunya pendanaan startup, pasar modal Indonesia justru mengalami pertumbuhan investor ritel yang signifikan. Jumlah investor saham Indonesia telah melampaui 10 juta orang dengan mayoritas merupakan investor ritel dan anak muda. Anderson menyebut fenomena ini sebagai "ketika modal asing keluar, justru anak muda Indonesia yang masuk ke pasar modal."
Komisaris Utama Ajaib Group Andi Gani Nani Wea menilai bahwa karakter investor yang didominasi generasi muda menunjukkan bahwa edukasi dan teknologi finansial telah menjangkau masyarakat di luar kota-kota besar. Nasabah Ajaib tersebar hingga berbagai daerah di Indonesia, dengan banyak yang memulai investasi dengan nilai kecil dan kemudian terus meningkat seiring pengalaman.
Apa Artinya
Pendanaan strategis ini perlu dicermati sebagai indikator kepercayaan investor global terhadap potensi pasar modal ritel Indonesia, khususnya segmen investor muda. Dengan mayoritas pengguna Ajaib adalah investor pemula, pertumbuhan platform ini mencerminkan tren demokratisasi akses investasi yang semakin meluas.
Pengembangan teknologi AI yang direncanakan Ajaib mengindikasikan pergeseran cara investor ritel berinteraksi dengan platform investasi-dari model transaksional tradisional menuju interaksi conversational yang lebih intuitif. Hal ini sejalan dengan perubahan perilaku generasi muda yang semakin terbiasa dengan teknologi percakapan seperti ChatGPT.
Rencana ekspansi produk untuk mengakses pasar modal global juga relevan mengingat karakteristik investor muda Indonesia yang semakin global dalam konsumsi informasi dan perspektif investasi. Sebelumnya, akses terhadap pasar saham luar negeri seperti Amerika Serikat relatif sulit bagi investor Indonesia, seringkali memerlukan perantara di negara seperti Singapura dengan persyaratan setoran tertentu.
Yang perlu diperhatikan adalah eksekusi dari rencana ambisius ini, terutama dalam konteks persaingan di industri fintech dan tantangan regulasi. Target pertumbuhan pengguna hampir empat kali lipat dalam tiga tahun memerlukan strategi akuisisi dan retensi yang kuat, serta infrastruktur teknologi yang mampu menangani skala tersebut.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa nilai pendanaan yang diterima Ajaib dan dari siapa?
Untuk apa dana pendanaan akan digunakan?
Berapa target pertumbuhan pengguna Ajaib?
Aksi korporasi lain
VISI Dapat Pengendali Baru, Siap Transformasi ke Sektor Kesehatan
RATU Komitmen Bagi Dividen dengan Target Peningkatan Tiap Tahun
MTO Savitra (VISI) oleh Raffi-Nagita Tuntas, Tak Ada Publik Ikut
Astra International (ASII) Siapkan Dana Rp8 Triliun untuk Buyback Saham
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.