Afiliasi UNTR Akuisisi Dua Smelter HPAL Senilai US$ 410,6 Juta
Nickel Industries Limited, entitas asosiasi UNTR, mengakuisisi saham minoritas di dua proyek smelter HPAL di Morowali senilai US$ 410,6 juta guna memperkuat posisi sebagai produsen nikel kelas 1 untuk industri baterai kendaraan listrik.
Nickel Industries Limited (NIC), entitas asosiasi PT United Tractors Tbk (UNTR), memperluas portofolio pengolahan nikel dengan mengakuisisi saham minoritas di dua proyek smelter High Pressure Acid Leach (HPAL) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Nilai gabungan kedua transaksi mencapai US$ 410,6 juta atau setara Rp 7,36 triliun.
Rincian transaksi
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan NIC di Australian Securities Exchange (ASX), perseroan mengakuisisi 17,5% saham PT Teluk Metal Industry (TMI) senilai US$ 169 juta (sekitar Rp 3,03 triliun). Pendanaan untuk akuisisi TMI berasal dari kas internal perusahaan serta opsi pembiayaan utang tambahan dari Shanghai Decent, pemegang saham terbesar Nickel Industries.
Secara terpisah, NIC juga akan mengakuisisi 36% saham PT Chengsheng New Energy (CNE) dengan nilai transaksi tersirat mencapai US$ 241,6 juta (Rp 4,33 triliun). Akuisisi CNE dilakukan melalui mekanisme pertukaran saham (share swap), sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana tunai. NIC bersama mitra lokal memperoleh kepemilikan di CNE melalui pertukaran saham dengan sebagian kepemilikan di dua perusahaan pemegang IUP Proyek Sampala, yakni PT Abadi Nikel Nusantara (ANN) dan PT Erabaru Timur Lestari (ETL).
Proyek TMI ditargetkan mencapai kapasitas penuh paling lambat pada pertengahan 2027 dan diperkirakan memberikan kontribusi produksi sekitar 6.775 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun kepada Nickel Industries. Sementara itu, CNE-yang saat ini masih dalam tahap konstruksi-dijadwalkan mulai memasuki tahap commissioning pada pertengahan 2027 dengan kapasitas produksi terpasang 28.357 ton nikel MHP per tahun. Dari kapasitas tersebut, Nickel Industries akan memperoleh porsi produksi sekitar 10.208 ton nikel MHP per tahun. Dengan demikian, kedua investasi akan menambah produksi Nickel Industries hampir 17.000 ton nikel MHP per tahun pada saat seluruh proyek mencapai kapasitas penuh.
Konteks
UNTR memiliki 19,99% saham Nickel Industries melalui anak usahanya PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) sejak 2023, menjadikan NIC sebagai entitas asosiasi perseroan. Nickel Industries merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan nikel yang tercatat di Bursa Efek Australia dengan aset utama berlokasi di Indonesia, terutama di kawasan Morowali dan Weda Bay.
Proyek CNE merupakan ekspansi dari proyek Excelsior Nickel Cobalt (ENC) di kawasan IMIP dan akan memproduksi MHP sebagai bahan baku industri baterai kendaraan listrik. Secara strategis, Proyek Sampala akan menjadi pemasok eksklusif bijih nikel bagi CNE maupun TMI. Integrasi ini membuat Nickel Industries tidak hanya menjadi investor di fasilitas HPAL, tetapi juga pemasok bahan baku utama. Proyek Sampala akan dihubungkan dengan CNE melalui jaringan pipa slurry dan pipa tailing, serupa dengan sistem terintegrasi yang telah diterapkan antara Tambang Hengjaya dan proyek ENC.
Seluruh biaya pembangunan proyek CNE, termasuk kebutuhan modal kerja, akan ditanggung oleh PT Jaya Agung Investasi (JAYA) melalui pembiayaan eksternal maupun pinjaman pemegang saham, sehingga Nickel Industries tidak perlu mengeluarkan tambahan belanja modal.
Apa artinya
Dari perspektif analisis Radar Pasar, akuisisi ini memperkuat strategi hilirisasi Nickel Industries dan UNTR dalam rantai pasok nikel untuk industri baterai kendaraan listrik. Direktur Utama Nickel Industries Justin Werner menyatakan skema pertukaran saham antara Proyek Sampala dan proyek HPAL CNE menghasilkan peningkatan valuasi aset hingga 5,4 kali lipat sekaligus memperkuat strategi hilirisasi perusahaan dengan tetap menjaga disiplin keuangan tanpa memerlukan tambahan modal ekuitas dari luar.
Implikasinya, kombinasi investasi di TMI, CNE dan Sampala akan memperkuat diversifikasi perusahaan ke rantai pasok baterai kendaraan listrik melalui kemitraan dengan sejumlah perusahaan besar asal Korea Selatan dan Jepang. Manajemen NIC menyebut investasi di CNE juga akan memperkuat posisi Proyek Sampala dalam memperoleh alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), mengingat investasi pada fasilitas pemrosesan menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menetapkan kuota produksi pertambangan.
Bagi pemegang saham UNTR, perlu dicermati bahwa meski UNTR tidak langsung melakukan akuisisi, sebagai pemilik 19,99% saham NIC, perseroan akan mendapat manfaat proporsional dari ekspansi kapasitas produksi dan potensi peningkatan nilai investasi di entitas asosiasi ini. Transaksi dengan model capital-light yang ditekankan manajemen NIC-dengan biaya sekitar US$ 10.500 per ton, jauh lebih rendah dibandingkan proyek HPAL lain di Indonesia-menunjukkan efisiensi alokasi modal yang patut dipantau dampaknya terhadap kinerja konsolidasi UNTR ke depan.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Apa yang diakuisisi oleh Nickel Industries?
Bagaimana hubungan antara Nickel Industries dan UNTR?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.