Investasi
Yield Inversion
Inversi kurva imbal hasil
Kondisi di mana yield obligasi jangka pendek lebih tinggi dari jangka panjang - kebalikan normal. Secara historis pertanda resesi dalam 12-18 bulan ke depan.
Yield inversion atau inversi kurva imbal hasil adalah kondisi tidak biasa ketika imbal hasil surat utang jangka pendek justru lebih tinggi daripada jangka panjang. Dalam keadaan normal, investor menuntut imbal hasil lebih besar untuk meminjamkan uang lebih lama, sehingga kurva yield biasanya menanjak ke atas.
Inversi terjadi ketika ekspektasi pasar berbalik, misalnya investor memperkirakan suku bunga akan turun di masa depan akibat perlambatan ekonomi. Permintaan terhadap surat utang jangka panjang naik, menekan yield-nya hingga lebih rendah dari yang jangka pendek.
Secara historis, inversi kurva imbal hasil sering dipandang sebagai sinyal peringatan dini akan kemungkinan resesi di masa mendatang. Namun ia adalah indikator, bukan kepastian, dan tidak boleh dibaca sebagai dasar keputusan jual beli.
Pertanyaan umum
- Apa itu yield inversion?
- Yield inversion adalah kondisi ketika imbal hasil obligasi jangka pendek lebih tinggi daripada jangka panjang, kebalikan dari kurva imbal hasil yang normal.
- Mengapa yield inversion dianggap sinyal resesi?
- Karena secara historis inversi kurva sering mendahului perlambatan ekonomi, biasanya mencerminkan ekspektasi pasar bahwa suku bunga akan turun akibat pelemahan ekonomi; meski demikian ia indikator, bukan kepastian.