Makroekonomi
Middle Income Trap
Jebakan pendapatan menengah
Kondisi ketika sebuah negara bertahan lama di kelompok pendapatan menengah dan sulit naik ke kelompok pendapatan tinggi. Pertumbuhan ekonominya melambat sebelum negaranya sempat menjadi kaya.
Mekanismenya: saat masih miskin, sebuah negara tumbuh cepat dengan mengandalkan upah murah dan perpindahan tenaga kerja dari pertanian ke industri. Setelah masuk kelompok menengah, upah naik sehingga keunggulan biaya hilang, sementara kemampuan bersaing di produk berteknologi tinggi belum terbentuk. Negara terjepit di antara dua kelompok pesaing.
Acuan klasifikasinya biasanya merujuk pengelompokan Bank Dunia berdasarkan pendapatan nasional bruto per kapita. Ambang antarkelompok diperbarui berkala, jadi lihat publikasi terkini untuk angkanya. Isu ini relevan untuk Indonesia karena sering dikaitkan dengan target menjadi negara berpendapatan tinggi sebelum jendela bonus demografi tertutup.
Indikator yang lazim dipantau untuk menilai risiko jebakan ini antara lain pertumbuhan produktivitas tenaga kerja, kualitas pendidikan, porsi ekspor manufaktur bernilai tambah tinggi, dan investasi riset. Data semacam ini tersedia di rilis BPS dan laporan lembaga internasional.
Pertanyaan umum
- Apa itu middle income trap?
- Middle income trap adalah kondisi ketika negara bertahan lama di kelompok pendapatan menengah karena pertumbuhannya melambat sebelum mencapai status pendapatan tinggi.
- Kenapa negara bisa terjebak di pendapatan menengah?
- Karena keunggulan upah murah hilang seiring naiknya pendapatan, sementara kapasitas inovasi dan industri bernilai tambah tinggi belum cukup kuat untuk bersaing dengan negara maju.
- Bagaimana cara keluar dari middle income trap?
- Resep yang umum disebut ekonom adalah menaikkan produktivitas: perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan, pendalaman industri bernilai tambah tinggi, serta iklim investasi dan inovasi yang sehat.