Properti & KPR
LTV
Loan-to-Value / Lifetime Value
Dua makna: (1) Properti: rasio pinjaman terhadap nilai aset agunan, maks 80-90%. (2) SaaS/startup: total pendapatan estimasi dari satu pelanggan selama hubungan bisnis.
LTV memiliki dua makna yang berbeda tergantung konteks. Dalam pembiayaan properti, LTV (Loan-to-Value) adalah rasio antara nilai pinjaman dan nilai aset agunan; semakin tinggi LTV, semakin kecil uang muka (DP) yang dibutuhkan, namun risiko bagi pemberi pinjaman juga lebih besar. Otoritas dapat mengatur batas LTV sebagai instrumen kehati-hatian.
Dalam konteks startup dan bisnis berlangganan, LTV (Lifetime Value) adalah estimasi total pendapatan yang diperoleh dari satu pelanggan selama keseluruhan hubungan bisnis. Metrik ini biasanya dibandingkan dengan biaya akuisisi pelanggan (CAC) untuk menilai apakah model bisnis berkelanjutan.
Karena satu singkatan dipakai untuk dua hal, penting memperjelas konteks saat membaca angka LTV. Pada properti, LTV dinyatakan sebagai rasio terhadap nilai agunan; pada bisnis, LTV dinyatakan sebagai nilai uang per pelanggan.
Dibahas dalam
Pertanyaan umum
- Apa itu LTV dalam KPR?
- Dalam KPR, LTV (Loan-to-Value) adalah rasio jumlah pinjaman terhadap nilai agunan; LTV yang lebih tinggi berarti uang muka lebih kecil tetapi risiko pemberi pinjaman lebih besar.
- Apa itu LTV dalam bisnis startup?
- Dalam bisnis, LTV (Lifetime Value) adalah perkiraan total pendapatan dari satu pelanggan selama keseluruhan masa hubungan bisnis, sering dibandingkan dengan biaya akuisisi pelanggan.
- Apa beda LTV Loan-to-Value dan Lifetime Value?
- Loan-to-Value adalah rasio pinjaman terhadap nilai agunan dalam pembiayaan properti, sedangkan Lifetime Value adalah nilai pendapatan per pelanggan dalam analisis bisnis; keduanya kebetulan disingkat sama.