Suntikan Rp 1,18 Triliun SINI ke Anak Usaha Dorong Saham Melonjak 24%
PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menyalurkan pinjaman modal kerja Rp 1,18 triliun kepada dua anak usaha tambang batu bara, PT Pasir Bara Prima dan PT Persada Kapuas Prima, sebagai realisasi dana rights issue. Saham SINI melonjak 24,56% dalam sepekan.
PT Singaraja Putra Tbk (SINI), emiten hasil kongsi konglomerat Happy Hapsoro dan Prajogo Pangestu, mengucurkan pinjaman modal kerja senilai Rp 1,18 triliun kepada dua anak usahanya yang bergerak di pertambangan batu bara. Dana tersebut disalurkan kepada PT Pasir Bara Prima (PBP) dan PT Persada Kapuas Prima (PKP) dengan tingkat bunga 10,95% per tahun. Aksi korporasi ini merupakan realisasi dari rencana penggunaan dana hasil rights issue yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Saham SINI merespons positif, melonjak 24,56% dalam sepekan. Pada akhir perdagangan Senin (24/8/2026), saham bertengger di level Rp 8.750 setelah menguat 8,36% secara harian. Dalam sebulan terakhir, saham ini juga telah melesat 28,68%.
Rincian Transaksi
Dari total pinjaman Rp 1,18 triliun, SINI mengalokasikan maksimal Rp 633,25 miliar kepada PKP dan maksimal Rp 547,03 miliar kepada PBP. Kedua pinjaman dikenakan bunga 10,95% per tahun.
Dana ini akan digunakan kedua anak usaha untuk mendukung kegiatan operasional pertambangan, termasuk pembayaran jasa kontraktor pertambangan dan pengangkutan (hauling), pembelian bahan bakar, serta biaya penunjang produksi batu bara lainnya. PBP sendiri ditargetkan mulai melakukan first cut pada kuartal IV 2026.
Konteks
Transaksi ini mencerminkan perubahan fundamental profil bisnis SINI. Perusahaan yang awalnya didirikan sebagai penyedia jasa penginapan (hospitality) dan sempat menjadi induk usaha di bidang kayu, kini telah melakukan diversifikasi besar-besaran ke sektor pertambangan batu bara melalui serangkaian akuisisi strategis.
Transformasi dimulai dari akuisisi PT Dwi Daya Swakarsa pada 2023. Operasional PBP dan PKP mulai berjalan sepanjang 2024-2025, lalu diperkuat pada 2026 melalui akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) yang memberikan SINI eksposur terhadap cadangan batu bara puluhan juta ton di Kalimantan.
Pergeseran bisnis ini telah tercermin dalam kinerja semester I 2026, di mana penjualan batu bara menyumbang 56,3% terhadap total pendapatan SINI, melampaui kontribusi bisnis kayu. Pada akhir Agustus 2026, harga batu bara acuan masih berada di level tinggi sekitar US$ 130 per ton.
Apa Artinya
Menurut Elandry Pratama dari Panin Sekuritas, suntikan dana ini menunjukkan keseriusan SINI dalam mempercepat pengembangan dan produksi tambang. "Kalau eksekusinya berjalan sesuai target, potensi peningkatan revenue dan cash flow ke depan cukup besar," ujarnya.
Namun, investor perlu mencermati risiko eksekusi karena sebagian ekspektasi terhadap kinerja SINI telah tercermin dalam harga saham saat ini. Risiko tersebut antara lain terkait realisasi produksi, pembebasan lahan, dan fluktuasi harga batu bara global. Panin Sekuritas memperkirakan target harga SINI di akhir 2026 berada di kisaran Rp 9.000 · Rp 10.000 per saham, dengan target dasar sekitar Rp 9.500 per saham.
Azharys Hardian dari Korea Investment Sekuritas Indonesia menilai SINI menunjukkan komitmen kuat mengalihkan fokus bisnis ke sektor batu bara yang kini mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan. Korea Investment menetapkan target harga SINI hingga akhir tahun di level Rp 10.000 per saham.
Implikasinya, pemegang saham SINI kini memiliki eksposur langsung terhadap sektor pertambangan batu bara dengan prospek peningkatan pendapatan dan arus kas, seiring beroperasinya tambang-tambang baru. Namun, hal ini juga berarti eksposur terhadap volatilitas harga komoditas dan risiko operasional pertambangan yang perlu dipantau secara berkelanjutan.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa total dana yang disalurkan SINI kepada anak usahanya?
Untuk apa dana pinjaman tersebut akan digunakan?
Aksi korporasi lain
VISI Dapat Pengendali Baru, Siap Transformasi ke Sektor Kesehatan
RATU Komitmen Bagi Dividen dengan Target Peningkatan Tiap Tahun
MTO Savitra (VISI) oleh Raffi-Nagita Tuntas, Tak Ada Publik Ikut
Astra International (ASII) Siapkan Dana Rp8 Triliun untuk Buyback Saham
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.